Teori Atom SWF

Senin, 15 April 2013

asam basa


ASAM-BASA

1. Teori Asam-Basa Arrhenius
Menurut Arrhenius pada tahun 1903, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen (atau ion hidronium, H3O+) sehingga dapat meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvtDru0sgIJx-8M7QuNj9OCZaAeA-L3UeYddzfz5ArJxQnYHPHUNvrREL3a9y1aUr50fdOVbKg2FJtyJrIhcjtf0eoqGU0Tu0dRV7GPJsXJfujeLxjzBYC1ORdbKE-9dbbZQpT2IzoMH8/s320/ASAM+BASA+1.png
Basa  adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida sehingga dapat meningkatkan konsentrasi ion hidroksida.
Secara umum :

Konsep asam basa Arrhenius terbatas hanya pada larutan air, sehingga tidak dapat diterapkan pada larutan non-air, fasa gas dan fasa padatan dimana tidak ada H+ dan OH-.

2. Teori BrΦnsted dan Lowry
Di tahun 1923, kimiawan Denmark Johannes Nicolaus BrΦnsted (1879-1947) dan kimiawan Inggris Thomas Martin Lowry (1874-1936) secara independen mengusulkan teori asam basa baru, yang ternyata lebih umum.
asam: zat yang mendonorkan proton (H+) pada zat lain
basa : zat yang dapat menerima proton (H+) dari zat lain.
Menurut teori BrΦnsted dan Lowry, zat dapat berperan baik sebagai asam maupun basa. Bila zat tertentu lebih mudah melepas proton, zat ini akan berperan sebagai asam dan lawannya sebagai basa. Sebaliknya, bila zuatu zat lebih mudah menerima proton, zat ini akan berperan sebagai basa.
Dalam suatu larutan asam dalam air, air berperan sebagai basa.
HCl + H2O → Cl + H3O+
asam1+basa 2 → basa konjugat1+asam konjugat2
Basa konjugat dari suatu asam adalah spesi yang terbentuk ketika satu proton pindah dari asam tersebut.
Asam konjugat dari suatu basa adalah spesi yang terbentuk ketika satu proton ditambahkan ke basa tersebut.
Dalam reaksi di atas, perbedaan antara HCl dan Cl– adalah sebuah proton, dan perubahan antar keduanya adalah reversibel. Hubungan seperti ini disebut hubungan konjugat, dan pasangan HCl dan Cl– juga disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat.
Larutan dalam air ion CO3 2– bersifat basa. Dalam reaksi antara ion CO32– dan H2O, yang pertama berperan sebagai basa dan yang kedua sebagai asam dan keduanya membentuk pasangan asam basa konjugat.
H2O + CO32– → OH + HCO3–
asam1+basa 2 → basa konjugat1+asam konjugat2
Zat disebut sebagai amfoter bila zat ini dapat berperan sebagai asam atau basa. Air adalah zat amfoter. Reaksi antara dua molekul air menghasilkan ion hidronium dan ion hidroksida
adalah contoh reaksi zat amfoter
H2O + H2O → OH + H3O+
asam1+basa 2 → basa konjugat1+asam konjugat2
B.  Kekuatan Asam dan Basa
Pada dasarnya skala/tingkat keasaman suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan. Makin besar konsentrasi ion H+ makin asam larutan tersebut. Umumnya konsentrasi ion H+ sangat kecil, sehingga untuk menyederhanakan penulisan, seorang kimiawan dari Denmark bernama Sorrensen mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+.




1. Derajat keasaman (pH) 

Untuk air murni pada temperatur 25 °C :
[H+] = [OH-] = 10-7 mol/L
Sehingga pH air murni = – log 10-7 = 7.
 Jika pH = 7, maka  larutan bersifat netral
Jika pH < 7, maka larutan bersifat asam
Jika pH > 7, maka larutan bersifat basa
Pada temperatur kamar : pKw = pH + pOH = 14

2. Asam Kuat 
Disebut asam kuat karena zat terlarut dalam larutan ini mengion seluruhnya (α = 1). Untuk menyatakan derajat  keasamannya, dapat ditentukan langsung dari konsentrasi asamnya dengan melihat valensinya.

3. Asam Lemah 
Disebut asam lemah karena zat terlarut dalam larutan ini tidak mengion seluruhnya,    α ≠ 1, (0 < α < 1). Penentuan besarnya derajat keasaman tidak dapat ditentukan langsung dari konsentrasi asam lemahnya (seperti halnya asam kuat).

4. Basa Kuat 
Disebut basa kuat karena zat terlarut dalam larutan ini mengion seluruhnya (α = 1). Pada penentuan derajat keasaman dari larutan basa terlebih dulu dihitung nilai pOH dari konsentrasi basanya.

5. Basa lemah 
Disebut basa lemah karena zat terlarut dalam larutan ini tidak mengion seluruhnya,    α  ≠ 1, (0 <  α < 1). Penentuan besarnya konsentrasi OH- tidak dapat ditentukan langsung dari konsentrasi basa lemahnya (seperti halnya basa kuat).

C. Asam dan Basa dapat Dibedakan dari Rasa dan Sentuhan 
Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang kita kenal misalnya pada beberapa jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan (soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu. Sebaliknya, basa mempunyai rasa pahit. Tetapi, rasa sebaiknya jangan digunakan untuk menguji adanya asam dan basa, karena beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.
Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa, meskipun kita  telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa (seperti sabun) bersifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran.




D. Asam dan Basa dalam Kehidupan
Beberapa Asam dan Basa Yang Telah Dikenal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdiMOn_OybfQ6a00yIvvUO_PkGiuJdrF0dI9flOiQYEOTswbsqeJOPxHbPFdzMQBT9dmscyeFEHhmS5hQswd9BPyyk9VksaMCDGgrFz6hd8gGAV7ldhwN5W1UCt-DFFe0FmGP4mQljeaw/s320/ASAM+BASA+9.png Asam merupakan kebutuhan industri yang vital. Empat macam asam yang paling penting dalam industri adalah asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat dan asam klorida. Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli. Umumnya asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk, pengilangan minyak, pabrik baja, pabrik plastik, obat-obatan, pewarna, dan untuk pembuatan asam lainnya. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan deterjen. Namun, sangat  disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah pencemaran di danau-danau dan aliran sungai.
Asam nitrat (HNO3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak dan pupuk. Asam nitrat pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Asam klorida (HCl) adalah gas yang tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. Asap HCl  dan ion-ionnya yang terbentuk dalam larutan, keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh manusia.

Dalam keadaan murni, pada umumnya basa berupa kristal padat. Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa, antara lain deodorant, antasid, dan sabun. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida, Ca(OH)2 yang umumnya disebut soda kaustik suatu basa yang berupa  tepung kristal putih yang mudah larut dalam air. Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat,  sehingga sangat mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. Amoniak digunakan sebagai pupuk, serta bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat.

Hubungan hidrogen dengan air


Air tesusun oleh molekul-molekul triatomik sederhana (H2O), tetapi tingkahlaku air sangat kompleks dan beberapa hal agak unik. Sifat unik air muncul etrutama dari struktur molekuler dan resultante gaya-gaya intermolekulernya. Atom oksigen dalam molekul air dilukiskan membentuk orbital hibrida terluar sp3, dengan dua pasang electron non-ikatan. Teori VSEPR mengklasifikasikan air sebagai molekul tipe AB2E2. Oleh karena itu,bangun molekul air berbentuk V dengan sudut ikatan H-O-H = 104,5o, lebih kecil daripada sudut tetrahedron regular (109o47’)  oleh karena  tolakan yang lebih kuat dari dua pasang elektron non-ikatan tersebut. Bentuk molekul dengan dua pasang elektron mandiri yang demikian ini mengakibatkan air bersifat polar yang sangat kuat( = 1,85 D) hingga menghasilkan gaya dipol-dipol yang sangat kuat pula.

Sifat elektronegatif atom oksigen yang sangat tinggi lebih lanjut mengakibatkan terbentuknya ikatan hidrogen antar molekul air yang sangat kuat pula. Atom-atom hidrogen dengan muatan positif parsial akan tertarik secara kuat oleh atom oksigen dari molekul air tetangga oleh ikatan hidrogen. Jadi, dalam molekul air setiap atom oksigen mampu membentuk dua ikatan hidrogen dari ke dua pasang elektron mandiri tersebut. Oleh ikatan hidrogen   molekul-molekul air ini dalam fasa cair bergerombol dengan jumlah molekul yang bervariasi bersama-sama dengan beberapa molekul lain yang tidak bergabung. Model keseimbangan dinamik menjelaskan adanya keseimbangan antara molekul-molekul gerombol dengan molekul-molekul terpisah sehingga selalu terjadi pemutusan sekaligus penggabungan molekul-molekul air secara terus menerus.
Dalam fasa padat (es) molekul-molekul air tertata rapi pada posisi yang sudah fiks(pasti permanen) oleh ikatan hidrogen. Tiap atom oksigen dikelilingi oleh empat atom hidrogen, dua diantaranya dengan ikatan kovalen dan dua yang lain dengan ikatan hidrogen. Ke empat atom hidrogen ini juga diikat lebih lanjut dengan empat atom oksigen (dari empat molekul air) yang lain. Bentuk ikatan demikian ini terulang berkelanjutan secara tiga dimensi membentuk struktur terbuka semacam sarang lebah.
Ikatan hidrogen antar molekul-molekul air sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Tanpa ikatan hidrogen, air akan mencair kira-kir a-100oC dan mendidih -900C. Ikatan hidrogen mengakibatkan sifat keanehan (abnormal) yang sangat jarang ditemui yaitu fasa cair lebih rapat dari pada padatnya.  Bagi hampir semua senyawa, molekul-molekul terkemas lebih rapat pada fasa padatnya dari pada fasa ccairnya. Andaikata hal ini terjadi pada air baik di laut, danau maupun di sungai di dunia ini, maka ketika temperatur turun hingga dibawah titik beku air, air akan membeku mulai dari bawah, dan akibatnya segala makhluk / organissme di dalam air tidak akan tahan hidup dalam lingkungan demikian ini. Untungnya kerapatan es lebih kecil daripada cairannya sehingga lapisan es yang senantiasa berada di atas permukaan justru menjaga air dibawahnya tetap dalam fasa cair.
Sifat abnormal air tersebut berkaitan dengan struktur es yang terbuka. Oleh karena adanya jaringan ikatan hidrogen. Pada saat meleleh, beberapa ikatan hidrogen terputus dan sebagian struktur terbuka menjadi runtuh. Perubahan ini menaikkan rapatan (densitas) cairan. Rapatan mencapai maksimum pada 40C. Pada titik ini naiknya kerapatan yang disebabkan oleh runtuhnya kluster(gerombolan) ikatan hidrogen dalam molekul-molekul air diatas oleh turunnya kerapatan yang disebabkan oleh naikknya gerak molekul sebagai akibat dari naiknya temperatur.
Prinsip Le Chaterlier menunjukkan bahwa fasa yang lebih rapat diunggulkan oleh kenaikkan tekanan. Jadi untuk air, pengaruh naiknya tekanan terhadap fasa padatan (es) yang lebih rendah kerapatannya.

Hidrogen dapat dibuat dari proses elektrolisis air dengan menggunakan suplai energi yang dapat diperbaharui misalnya angina, hydropower, atau turbin. Dengan cara elektrolisis maka produksi yang dijalankan tidak akan menghasilkan polusi. Proses elektrolisis menjadi salah satu proses yang memiliki nilai ekonomi yang murah dibandingkan dengan menggunakan bahan baku hidrokarbon. Salah satu teknik elektrolisis yang mendapatkan perhatian cukup tinggi adalah elektrolisis dengan menggunakan tekanan tinggi dalam teknik ini elektrolisis dijalankan untuk menghasilkan gas hidrogen dan oksigen dengan tekanan sekitar 120-200 Bar. Teknik lain adalah dengan menggunakan elektrolisis temperatur tinggi dengan teknik ini konsumsi energy untuk proses elektrolisis sangat rendah sehingga bias meningkatkan efisiensi hingga 50%. Proses elektrolisis dengan menggunakan metode ini biasanya digabungkan dengan instalasi reactor nuklir disebabkan karena bila menggunakan sumber panas yang lain maka tidak akan bias menutup biaya peralatan yang tergolong cukup mahal.

Minggu, 14 April 2013

GOLONGAN HALOGEN


GOLONGAN HALOGEN
Golongan halogen atau golongan 17 (VII A) adalah unsur-unsur yang memiliki tujuh elektron valensi dengan konfigurasi electron terluar ns2 ns5. Unsur-unsur tersebut adalah fluorin (F), klorin(Cl), bromin(Br), Iodin (I), dan astatin (At). Golongan halogen ini (F,Cl,Br,I dan At) adalah kelompok unsur-unsur yang sangat kontras terhadap golongan alkali (golongan 1A). Alkali adalah kelompok logam yang sangat reaktif dan elektropositif, sedangkan halogen adalah kelompok non-logam yang sangat reaktif dan elektronegatif. Unsur-unsur halogen ini tidak ditemukan dialam dalam keadaan bebas melainkan dalam keadaan garamnya, karena merupakan unsur yang paling reaktif.
Di laboratorium, unsur-unsur halogen (X2) diperoleh dengan cara mengoksidasi senyawa halide (X-). Dalam hal ini, gas fluorin jarang dibuat dilaboratorium, sebab tidak ada oksidator yang mampu mengoksidasi senyawa fluoride (F-). Lagipula fluorin sangat beracun.
Pada pembuatan klorin, senyawa klorida yang biasa digunakan adalah HCl pekat. Gas Cl2 yang terbentuk dicuci dengan air guna menghilangkan HCl yang turut serta, kemudian dikeringkan dengan menggunakan asam sulfat pekat. Gas klor yang kering dialirkan dan ditampung dalam sebuah bejana.
Pada pembuatan bromin, menggunakan KBr atau NaBr sebagai sumber bromida. Gas Br2 yang terbentuk diembunkan sebagai cairan yang merah gelap. Karena berbahayanya uap brom, pekerjaan ini harus dilakukandalam lemari asam. Pada pembuatan iodin, menggunakan NaI atau KI. Gas I2 yang dihasilkan menyublim membentuk Kristal pada bagian bawah cawan penguapan yang berisi air dingin. Iodin yang kotor dapat dimurnikan dengan cara sublimasi setelah dicampur dengan kalium iodida.
 Sifat fisik golongan halogen dapat dijelaskan bahwa titik didih dan titik leleh molekul diatomic halogen naik secara perlahan dan hal ini berkaitan dengan sifat polarisabilitas molekul-molekul yang bersangkutan. Sifat polarisabilitas molekul diatomik halogen naik secara perlahan disebabkan dengan naiknya nomor atom disebabkan oleh naiknya jari-jari atau volume atom dan jumlah total elektron sehingga posisi elektron makin mudah terdistribusi secara tak homogen sepanjang waktunya. Dengan demikian berakibat pada naiknya gaya dispersi atau gaya London dan pada gilirannya mengakibatkan naiknya titik didih dan titik leleh molekulnya.
Sifat-sifat kimia halogen, diketahui bahwa keempat unsure-unsur pada golongan VIIA bersifat racun dan semuanya sangat merangsang sekali terhadap hidung dan tenggorokan. Hal ini berkaitan dengan sifat kimia seperti kereaktifan halogen. Kereaktifan unsur  halogen atau unsur  non logam ini dikaitkan dengan kemampuannya menyerap elektron membentuk ion negative. Salah satu besaran yang menggambarkan sifat tersebut adalah afinitas elektron.
Yang bisa dijadikan sebagai desinfektan diantaranya adalah kaporit atau kalsium hipoklorit merupakan senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia Ca(OCl)2. Kaporit biasanya digunakan untuk menjernihkan air. Kaporit adalah padatan putih yang siap didekomposisi didalam air untuk kemudian melepaskan oksigen dan klorin. Kalsium hipoklorit memiliki aroma klorin yang sangat kuat. senayawa ini tidak terdapat dilingkungan secara bebas.
CFC atau klorofluoro karbon merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Dengan demikian zat ini memiliki banyak kegunaan. CFC digunakan sebagai pendingin, bahan bakar untuk aerosol, untuk menghasilkan plastik busa seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai, dan sebagai pelarut untuk pembersih keringan dan untuk tujuan-tujuan minyak.
Gas flourin (F2) terutama digunakan dalam proses pengolahan isotop Uranium235 yang merupakan bahan bakar reaksi nuklir. Gas Cl2 sering digunakan sebagai desinfektan dan digunakan untuk menarik timah dari kaleng bekas membentuk SnCl4 kemudian direduksi menjadi timah yang murni. Br dalam sejumlah besar digunakan untuk membuat perak bromid, yang disuspensikan dengan gelatin untuk dipakai sebagai film fotografi . AgBr pada film akan terurai menjadi perak (Ag) dan  bromida (Br),jika terkena sinar matahari. Kemudian film dicuci dengan larutan hipo natriumtiosilfat,Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr.selanjutnya,AgBr diubah menjadi ion kompleks Ag(S2O3)23- yang larut,sehingga perak (Ag) tertinggal pada film sebagai bayangan hitam,metal bromida,(CH3Br) suatu bahan zat pemadam kebakaran.  Larutan I2 dalam alcohol disebut tingtur iodium, merupakan obat anti septic bagi luka-luka agar tidak kena infeksi.

KECENDERUNGAN GOLONGAN KARBON, SILIKON DAN GERMANIUM


KECENDERUNGAN GOLONGAN  KARBON, SILIKON DAN GERMANIUM
Karbon merupakan unsur ke-19 yang paling banyak terdapat di kerak bumi yaitu dengan presentase berat 0,027%, dan menjadi unsur paling banyak ke-4 terdapat jagat raya setelah hydrogen, helium, dan oksigen. Ditemukan baik di air, darat, dan atmosfer bumi, dan didalam tubuh makhluk hidup. Karbon membentuk senyawaan hampir dengan semua unsur terutama senyawa organic yang banyak menyusun dan menjadi bagian dari makhluk hidup.
Unsur karbon dengan lambang unsur C, di alam terdapat di dalam kerak bumi dalam bentuk unsur bebas dan senyawa. Senyawa alamiah,  karbon yang utama adalah zat-zat organik. Unsur karbon sangat banyak membentuk senyawa “organik”. Atom karbon juga dapat dikatakan unik karena dapat berikatan sesamanya membentuk rantai atom karbon.  Karbon secara alamiah terdapat dalam 2 bentuk kristalin (alotropi) yaitu :
1.      Intan (diamond)
2.      Grafit
3.      Tetapi dewasa ini satu keluarga baru yang telah berhasil  diindetifikasi  Fulerena (Fullerence)

1.      Intan
Intan bersifat tak berwarna, jernih, paling keras, sangat mudah patah menjadi berkeping-keping dan tidak menghantarkan listrik. Intan banyak  didapat tertanam dalam kanal-kanal batu vulkanik.
Pemanfaatan Intan yaitu sebagai:
a.       Pelapis alat-alat pemotong gelas dan baja
b.      Batu permata

2.      Grafit
Grafit berwarna hitam, lunak, dan mempunyai massa jenis 2,2 g/cm, mempunyai titik leleh sangat tinggi, diraba halus dan licin sehingga dapat dipakai sebagai pelumas. Perbedaan intan dan grafit  Struktur kristalnya, namun pada dasarnya agak mirip.
Selain intan dan grafit, karbon dapat berada dalam  berbagai bentuk, baik secara alamiah maupun buatan, yaitu bentuk serbuk  seperti coke, karbon hitam dan karbon aktif.
Coke merupakan karbon amorf yang dibuat dari pemanasan batubara pada temperatur tinggi. Karbon aktif Bermanfaat untuk mengusir bau tidak sedap, pabrik-pabrik pengolah air sering mengalirkan air melalui karbon aktif, juga pada pabrik air minum, buah-buahan juice. Karbon Hitam         dibuat dengan cara dekomposisi termal senyawa hidrokarbon pada pembakaran terbuka, hasilnya berupa serbuk halus dan sangat murni.
3.      Fulerena
Fulerena merupakan keluarga suatu struktur dimana atom-atom karbon tersusun dalam struktur atau elips. Untuk itu atom-atom karbon membentuk lingkar 5 dan 6 anggota mirip pola bola sepak, nama asal C60 yaitu soccerane. Salah satu metode pembuatan fulerena yaitu dengan menggunakan sinar laser yang berintensitas tinggi untuk memanaskan grafit hingga temperatur diatas 10000o  C.
Beberapa senyawa karbon  anorganik
·         Karbon monoksida (CO)
·         Karbon dioksida (CO2 )
·         Karbon disulfida (CS2 )
·         Karbontetrahalida
·         Klorofluorokarbon
·         Karbida
·         Sianida
·         Sianogen
·         Sianat
·         Tiosianat
·         Sianamida


Silikon
Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. 85% kerak bumi disusun oleh silikon dioksida SiO2 (silika) dan mineral silikat. Unsur silikon kemurnian 98% dapat diperoleh dari reduksi pasir (mengandung sebagian besar SiO2) dengan coke (C) atau kalsium karbida (CaC2 ) dalam tanur listrik . Persamaan reaksi :
SiO2  + 2C         Si + 2CO
Senyawa oksida silikon
Silika, Silika Gel, Silikat, Silikat Alam, Silikat sintetis,  Silikona, Halida Silikon, Hidrida Silikon

Germanium
Germanium terdapat terutama sebagai senyawa sulfida yang terasosiasi dengan logam sulfida lain seperti Pb dan Zn. Germanium murni mempunyai bentuk kristalin dengan kenampakan metalik tetapi sangat rapuh seperti gelas. Untuk keperluan peralatan semikonduktor, pemurnian silikon dan germanium melalui proses ”zone refining”.
Germanium (Ge) stabil di udara & air pd keadaan yg normal, & sukar bereaksi dgn alkali & asam, kecuali dengan asam nitrat.

Boron


Boron
Boron yang bersifat semi- logam menyukai pembentukan ikatan kovalen. Namun demikian kovalensi juga umum terjadi pada unsur- unsur logam dalam golongan ini; hal ini dikaitkan dengan tingginya muatan (+3) dan pendeknya jejari tiap ion logam yang bersangkutan sehingga menghasilkan rapatan muatan yang sangat tinggi, yang pada giliranya mempolarisasi setiap anion yang mendekatinya untuk menghasilkan ikatan kovalen.
Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asamot horborik dan biasanya ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dancol emantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami.
Sumber-sumber penting boron adalah raso rite (kernite) dantincal (bijih borax). Boron yang tidak murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecoklatan dan dapat dipersiapkan dengan cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium. Boron dengan kemurnian 99.9999% telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan konduktor listrik yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.
Asam boraks (H3BO3) dapat dibuat dengan merekasikan boraks dengan asam-asam kuat. Pada dasarnya ada dua proses untuk memproduksi asam borat secara industri, yaitu :
1)      Proses Asidifikasi.
            Pada proses ini asam borat dibuat dengan cara mereaksikan granular borak dengan larutan H2SO4 di dalam reaktor, dengan ketentuan 3 bagian granular borak (Na2B4O7 .10 H2O), 1 bagian asam sulfat (H2SO4) dan 12 bagian air (H2O).
        Na2B4O7 .10 H2O + H2SO4    →    4 H3BO3 + Na2SO4 + 5H2O
2)      Proses Ekstraksi Liquid-liquid.
Pada proses ini digunakan bahan baku berupa brine yang mengandung sodium dan potassium borak. Untuk mendapatkan asam borat digunakan proses ekstraksi liquid-liquid dengan menggunakan pelarut kerosene yang merupakan ekstraktant organic pada ekstraksi fase ringan yang kaya akan garam-garam alkali dari komplek anionic diol borak. Sedangkan fase berat banyak mengandung sludge yang merupakan limbah. Kemudian fase ringan tersebut dimasukkan ke dalam striper dan dikontakkan dengan steam untuk merecovery, 6 pelarut, dalam striper juga ditambahkan larutan asam sulfat.
Boron merupakan unsure yang jarang terdapat dalam kerak bumi, tetapi banyak dijumpai sebagai deposit dalam senyawa garamnya, borat yaitu boraks atau sodium tetraborat (Na2B4O7.10H2O), kernite (Na2B4O7) dan kolemanit (Ca2B6O11.5H2O). deposit terbesar terdapat di Boron- California.
Boron merupakan komponen vital dalam pembangkit tenaga nuklir karena kemampuanya berfungsi sebagai penyerap (absorber) netron; tongkat pengaduk yang berisi boron diturunkan kedalam ruang reaktor untuk menjaga reaksi nuklir berlangsung pada kecepatan sedang yang diinginkan. Borat dipakai pula sebagai bahan pengisi kayu, pemadam api dan sebagai fluks dalam proses pematrian (solder).
Boron merupakan unsur yang unik dan menarik satu- satunya unsur non-logam dalam golongan 3 tabel periodik unsur, dan menunjukan kemiripan sifat dengan unsur- unsur tetangga karbon (C) dan silikon (Si). Kemiripan sifat ini yaitu dalam hal pembentukan senyawa kovalen dan senyawa rantai, namun berbeda dalam hal pembentukan senyawa kekurangan-elektron. Boron tidak pernah dijumpai sebagai senyawa kationik karena tingginya entalpi ionisasi, melainkan membentuk senyawa kovalen dengan pembentukan orbital hibrida sp2 untuk menghasilkan struktur segitiga samasisi seperti pada senyawa BX3. Senyawa ini dianggap terkoordinasi belum jenuh, oleh karena itu dalam larutan bertindak sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron ) dan membentuk senyawa tetrahedron seperti pada BF4-, BF3OEt2, dan BPh4-. Skala elektronegatifitas boron yaitu ada 2, dekat dengan Si (1,8) dan Ge (1,8), sedikit lebih rendah daripada H (2,1) dan (2,5).
Sifat- sifat khusus boron dibandingkan dengan senyawa alimunium dan silicon yaitu:
1.      Oksida boron (B2O3) dan boron hidroksida (B(OH)3) bersifat asam, sedangkan Al(OH)3 lebih bersifat basa atau tepatnya amfoterik.
2.      Borat (BO3 3-) dan silikat (SiO32-) keduanya mempunyai struktur dengan susunan yang sama, yaitu dengan persekutuan atom O menghasilkan bentuk rantai kompleks, melingkar atau yang lain dengan prinsip setiap atom pusat B selalu dikelilingi 4 atom O.
3.      Boron halide, kecuali BF3 dan silikon halida mudah terhidrolisis sedangkan aluminium halide berupa padatan dan hanya sebagian terhidrolisis oleh air; namun semuanya bertindak sebagai asam Lewis.
4.      Semua Hidrida Boron dan Silikon mudah menguap dan terbakar secara spontan dan mudah terhidrolisis, sedangakan (AlH3)n membentuk polimer.

Kegunaan lain dari boron adalah:
1.      Boron dalam bentuk amorf digunakan pada roket sebagai alat penyala.
2.      Borat atau asam borat digunakan sebagai anti septic ringan
3.      Senyawa boron digunakan sebagai pelapis baja pada kulkas dan mesin cuci.
4.      Hidrida dari boron kadang-kadang digunakan sebagai bahan bakar roket.
5.      Sebagian besar boron digunakan untuk membuat kaca dan keramik
6.      Boron karbida digunakan untuk rompi anti peluru dan tangki baja.
7.      Asamboratdigunakan sebagai insektisida terhadap semut, serangga dan kecoa.
8.      Asam boric merupakan senyawa boron yang penting dan digunakan dalam produk tekstil.
9.      Isotop boron digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir,  sebagai tameng pada radiasi nuklir dan dalam instrumen- instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron.
10.  Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan pernah digunakan sebagai bahan bakar roket.
Sifat Boron Secara Umum
1. Boron termasuk unsur semi logam.
2. Tidak terdapat dalam keadaan bebas di alam.
3. Bisa membentuk ikatan kovalen

a.  Sifat fisika dari Boron
Simbol: B, phasa: padat, berat jenis : 2,34 g/cm3, volume atom : 4.6 cm3/mol, titikleleh : 2349 K (2076°C, 3769°F), titik didih : 4200 K (3927°C, 7101°F), kalor peleburan : 50,2 kj/mol, kalor penguapan : 480 kj/mol, kapasitas panas : (25°C) 11.087 J/(mol-K) dan struktur kristal : rombohedral.


b. Sifat kimia dari Boron
Elektronegativitas: 2,04 (skalapauling), radius kovalen : 82 pm, afinitas elektron : 26.7 kJ mol-1 dan struktur : rhombohedral; B12 icosahedral.
Senyawa- senyawa popular yang berikatan dengan boron Asam Borat (H3BO3 ), Asam tetrafluoroborat (HBF4 ), Boron Trihalida (BF3 ), Boron Hidrida, Boron Nitrogen (BN), Boron tribromida (BBr3 ), Boron triiodida (BI3 ), Diboron trioxide (B2O3 ), Diborontrisulphida (B2S3 ), Boron-Nitrida, Serat Anorganik (Nilon dan polyester).
 Efek Biologis dari Boron yaitu:
·         Boron dengan konsentrasi tinggi dalam air sangat berbahaya bagi komunitas ikan.
·         Dosis mematikan asam borat bagi manusia 640 mg/kg berat badan melalui oral, 8600 mg/kg berat badan melalui dermal, 29 mg/kg berat badan melalui injeksi.